Kunjungan Industri Ke LPJKN th 2010/2011

Dalam rangka kunjungan industri th pelajaran 2010/2011.Program keahlian arsitek berkunjung ke LPJKN(Lembaga pengembangan jasa Konstruksi Nasional).

Anak2 angkatan pertama GB yg Selalu ceria dan kompak....hehe

beginilah mereka selalu riang dan kompak itu kata yg tepat buat mereka khususnya angkatan pertama teknik arsitek.

Karya Rizky anak Angkatan pertama GB

Hasil jerih payah ini ternyata tdk terlalu buruk,dia mendesain rumah minimalis yang sangat realistis dan elegan.

Ujian sertfikasi program teknik arsitek

Beginilah ekspresi para wajah siswa siswi perwakilan teknik arsitektur yangtelah melaksanakan sertifkasi di tegal kemarin.

Tim Futsal investec

Mereka menyebutnya tim investec(invisible architect,tim futsal ini adalah anak2 dari angkatan pertama teknik arsitek.

Sabtu, 12 November 2011

Tips Agar Kamar Tidur Terlihat Luas




Desain-Interior-Kamar-Tidur-luas (klik pada gambar untuk memperbesar)

Ruangan yang Sempit merupakan salah satu kendala utama yang dapat mempengaruhi kenyamanan sebuah ruangan, berikut kami berikan beberapa tips agar kamar tidur kita terlihat luas dan nyaman :

1. Gunakan perabotan-perabotan yang pendek, seperti tempat tidur pendek, lemari pendek dan lain-lain, hindari penggunaan perabotan yang tinggi
2. Jangan memasukan perabot yang tidak perlu dan gunakan perabot yang memiliki nilai fungsi optimal
3. Ubah ketinggian Plafon minimal 3 meter

Demikianlah beberapa Tips Agar Kamar Tidur Terlihat Luas, semoga dapat bermanfaat...


sumber: http://argajogja.blogspot.com/2009/01/tips-agar-kamar-tidur-terlihat-luas.html

Tips Pemilihan Warna Desain Interior Kamar Tidur

Tips Pemilihan Warna Desain Interior Kamar Tidur

Pemilihan Warna Desain Interior Kamar Tidur
Pemilihan warna dalam mendesain sebuah ruangan sangatlah penting. Warna dapat memberikan kesan tersendiri bagi seorang tuan rumah, warna juga dapat memberikan aura pengekpresian hati dalam diri seseorang.

Pada desain interior kamar tidur ini, perpaduan dua warna terlihat jelas, yaitu warna kuning dan warna putih. Warna kuning menunjukan suasana kecerian dan kegembiraan sedangkan warna putih memberikan kesan feminim dan anggun.

Cara lain yang bisa dilakukan untuk memilih warna kamar tidur adalah memilih warna-warna yang dapat meningkatkan kualitas unsur/elemen kelahiran anda. Seperti diketahui, ilmu feng shui mengelompokkan unsur/elemen kelahiran manusia menjadi beberapa bagian, air, kayu, api, tanah, dan logam. Seseorang yang unsur/elemen dominannya adalah air mungkin akan merasa nyaman berada didalam kamar tidur berwarna biru (pale blue atau navy blue), tetapi efek dari warna kamar tidur mungkin akan menyebabkan orang tersebut menjadi kurang dinamis. Seseorang dengan unsur dominan air dapat meningkatkan kualitas hidupnya dengan cara menambahkan beberapa warna yang dapat menyeimbangkan unsur/elemen dominannya, misalnya warna hijau untuk kayu, warna merah atau pink untuk api, warna kuning/oranye/coklat untuk tanah, dan warna putih/perak/emas untuk logam.

Memilih warna untuk kamar tidur anak mungkin sedikit lebih rumit. Kebanyakan orang tua ingin menggunakan warna pale (pucat) atau warna pastel yang termasuk kategori warna Yin dengan maksud untuk meningkatkan value unsur/element anak-anak mereka, tetapi yang harus diingat oleh para orang tua adalah: bahwa kamar anak adalah tempat bagi anak untuk tidur sekaligus juga tempat untuk bermain.

Mewarnai kamar tidur anak dengan warna yang dominan pucat atau pastel akan membuat anak selalu ingin keluar dari kamarnya saat diluar jam istirahat/tidur, jika anak dipaksa untuk selalu berada didalam kamar, maka akan menggangu pertumbuhan atau pengembangan ide-ide kreatif sang anak. Bermain bagi anak adalah bagian dari proses perkembangan, bermain akan mengasah kecerdasan dan kreatifitasnya.

Solusi yang bisa dilakukan adalah mengkombinasikan warna dinding kamar yang lembut (pale/pastel) dengan aksesoris pelengkap kamar (permadani, boneka, toys, meja belajar, lampu meja, dsb) yang berwarna kontras. Hal lain yang bisa dilakukan adalah membuat area bermain didalam kamar dengan menggunakan partisi ruangan, sehingga anak-anak bisa bermain sekaligus beristirahat didalam kamar tidurnya.

dengan  tambahan dari www.architectaria.com

Tips Dalam Menentukan Warna Fasad Rumah


Tips Dalam Menentukan Warna Fasad Rumah

Fasad atau tampak muka bangunan umumnya memiliki ciri khas dan berkarakter. Tidak hanya dari bentuknya, tetapi mulai dari material, tekstur sampai dengan pemilihan warna. Bentuk fasad bangunan bisa menyesuaikan dengan tren pada masanya. Begitu juga tren dapat mempengaruhi pemilihan warna yang tepat. Hal ini menjadi unsur utama dalam menghasikan totalitas suatu desain. Pemilihan warna yang tepat bisa memperindah desain suatu fasad bangunan.
Tips Dalam Menentukan Warna Fasad Rumah

Mengingat setiap warna pada fasad menghasilkan passion dari suatu bangunan. Maka dari itu warna dapat mempunyai daya tarik tersendiri dan mempengaruhi secara psikologis pada diri manusia. Hadirnya kesan dan suasana sebuah desain baik atau buruk sangat tergantung pada pilihan warna yang tepat. Dengan adanya kesamaan unsur warna, komposisi antarwarna yang tepat, dan kejelian dalam memadukan jenis warna, akan menghasilkan suatu fasad yang indah, harmonis, dan enak dipandang. Dengan mempertimbangkan iklim sekitar, dan juga karakter daerah lingkungan fasad bangunan itu berada, maka ekspresi fasad akibat pemberian warna sangat memberikan dampak yang sangat berarti. Hal-hal yang harus diperhatikan dengan teliti :

1. Pengaruh warna pada fasad dapat menimbulkan berbagai macam kesan bangunan, sebagai contoh warna dengan karakteris lembut, nyaman, menarik dan romantis, seperti abu-abu, pink, orange, ungu.
2. Warna dengan karakteristik memberikan kesan tenang dan damai bisa menciptakan kesan yang sejuk pada lingkungan sekitar, yaitu adanya perpaduan warna hijau dan biru tua.
3. Warna dengan karakteristik individual dan berani, yaitu warna merah termasuk dalam kategori ini, warna ini memiliki karakter yang berani, energi yang sangat tinggi, memberikan suatu kesan vitalitas yang tinggi, dan dapat memberikan kesan kepribadian yang kuat.
4. Warna dengan karakteristik warna ceria, yaitu warna kuning, warna ini merupakan warna terang yang memberikan kesan ceria dan hangat. Untuk menyeimbangi warna tersebut pada fasade bangunan dapat menggunakan warna putih atau krem.
5. Warna dengan karakteristik ringan, bebas, dan mudah, yaitu warna putih, atau warna alami (seperti warna kayu) , warna ini adalah warna netral yang bisa difungsikan untuk mengkombinasikan berbagai karakteristik warna, sehingga banyak sekali fasad bangunan yang memakai warna putih. Karakter yang terdapat pada warna putih adalah netral dan dapat memberi suasana ketenangan dan mengandung arti spiritual tersendiri. Banyak sekali bangunan publik menggunakan warna ini baik sebagai warna untuk fasad bangunan (eksterior) maupun sebagai kombinasi warna untuk interior dalam bangunan.
Tips Dalam Menentukan Warna Fasad Rumah

Tips Dalam Menentukan Warna Fasad Rumah

Tips Dalam Menentukan Warna Fasad Rumah

Minggu, 16 Januari 2011

membangun rumah tidak hanya selalu mahal



Print E-mail




Pekerjaan membangun dan desain rumah tinggal pada prinsipnya adalah membangun sebuah kepribadian. Dari sebuah bangunan rumah tinggal dapat tercermin gaya hidup dan bahkan kepribadian dari pemiliknya. Maka dari itu sebelum membangun sebuah bangunan rumah tinggal biasanya arsitek akan berusaha untuk mengenal lebih dalam mengenai kepribadian si pemilik rumah karena hal ini akan berpengaruh terhadap desain rumah serta konsep yang dibuat oleh si arsitek rumah anda. Untuk membangun sebuah rumah tinggal yang sesuai dengan karakteristik pemilik rumah tidak selamanya harus mahal.

Berikut ini adalah beberapa tips untuk dapat membangun rumah secara hemat dan tepat guna :

•    Selalu jujur dengan diri sendiri, artinya design sebuah rumah tinggal sebaiknya mengikuti karakteristik si pemilik rumah dalam hal ini gaya hidup dan kepribadiannya. Janganlah selalu mengikuti trend yang sedang berkembang karena hal itu belum tentu cocok dengan karakteristik anda.(karakteristik rumah anda adalah karakteristik anda)

•    Kenalilah kebutuhan anda, artinya desain rumah tinggal yang baik adalah apabila semua ruangan yang ada pada rumah itu memiliki fungsi yang fungsional sesuai dengan kebutuhan dari si pemilik rumah. Hindarilah pemborosan terhadap pembuatan ruangan interior yang tidak perlu.
 at ruang terbuka yang cukup sehingga memungkinkan terjadinya sirkulasi udara di dalam rumah tersebut. Ruang terbuka yang di maksud bisa berupa softscape (taman) atau hardscape.

•    Konsultasikan kebutuhan anda untuk membangun sebuah rumah disesuaikan dengan anggaran yang anda rencanakan dengan konsultan rumah atau kontraktor rumah yang baik artinya yang dapat  memberikan saran-saran dan solusi yang terbaik untuk anda.

•    Setelah berkonsultasi mantapkan pilihan anda, sadari benar apa kebutuhan dan keinginan anda agar pembangunan bisa berjalan lancar. Dalam artian anda tidak berubah pikiran di tengah- tengah proses membangun, yang mengakibatkan pekerjaan lama terpending atau bahkan mengalami perubahan karena setiap perubahan berarti tambahan biaya.

Dengan tips- tips diatas maka diharapkan pembangunan rumah tinggal dapat secara lancar dilakukan tentunya sesuai dengan spesifikasi, anggaran dan waktu pembangunan yang telah ditetapkan.

sumber : http://www.jasa-arsitek.com/articles/56-membangun-rumah-tidak-selamanya-harus-mahal-.html

trend rumah minimalis baru

Trend Rumah TInggal Gaya Minimalis PDF Print E-mail

Beberapa tahun belakangan ini, tren atau gaya arsitektur di Indonesia cenderung ke arah minimalis. Sebenarnya apa yang disebut Minimalisme itu?

Pada dasarnya, arsitektur minimalis merupakan modifikasi aliran desain bergaya modern. Desain modern ini kemudian direduksi. Aliran ini sering pula diintepretasikan sebagai reaksi terhadap gaya ekspresionisme.

Di Indonesia, kecenderungan orang memilih desain arsitektur minimalis, semata-mata sebagai reaksi kejenuhan terhadap model bangunan yang cenderung monoton, banyak ornamen, susah dibersihkan dan lain-lain. Di lain sisi, tren minimalis juga dipengaruhi oleh gaya arsitektur dunia pada umumnya yang cenderung mengutamakan kesan praktis, sederhana namun tidak mengurangi fungsi dasar dan keindahannya.

Minimalisme pun rupanya bukan tanpa masalah. Pada beberapa kasus, dengan saking inginnya seorang arsitek menerapkan 100% minimalis, masalah baru pun dapat timbul. Contoh paling mudah adalah atap datar dari cor beton yang diterapkan secara total pada suatu bangunan rumah tinggal.

Tak bisa dipungkiri, desain bangunan rumah minimalis yang sering kita lihat di majalah luar negeri cenderung tanpa atap. Karena Indonesia terletak di khatulistiwa dan memiliki iklim tropis, maka sebenarnya, atap dak beton kurang cocok.

Pada musim panas, dak beton menerima panas terus menerus dari matahari. Di samping memberikan radiasi panas pada ruangan di bawahnya, dak beton pun cenderung retak. Pada musim penghujan, retakan tersebut dapat terisi air dan bocor pun menjadi masalah yang umum terjadi.

Meski sebetulnya, beton cor dapat disubstitusi dengan material lain seperti atap baja ringan, pada prakteknya, radiasi panas matahari tetap menjadi masalah. Pada saat terik panas ruang pun dapat meningkat. Saat hujan, suara berisik air yang mengenai permukaan atap menjadi pengganggu.

Elemen lain yang tak kalah penting dalam desain minimalis adalah kusen dan jendela. Biasanya bangunan minimalis menggunakan kusen dan jendela yang terbuat dari bahan tahan cuaca seperti aluminium. Karena bangunan minimalis cenderung tanpa atap maka tidak adanya perlindungan terhadap kusen dan jendela. Penggunaan material kayu sangat tidak disarankan karena muai susutnya dan rusaknya finishing yang tergerus air hujan dan sinar matahari.

Nah, dari paparan diatas maka dapat disimpulkan bahwa sebenarnya mengadaptasi trend arsitektur minimalis pada bangunan seperti rumah tinggal tidaklah dilarang atau salah. Tetapi trend minimalis yang ada juga harus disesuaikan dengan karakteristik tropis di Indonesia supaya jangan sampai terjadi "korban trend". Hal diatas hanyalah beberapa unsur saja dari unsur- unsur lainnya yang harus diperhatikan.

Bagaimana menurut anda ????

sumber : http://www.jasa-arsitek.com/articles/65-trend-rumah-gaya-minimalis.html

Jumat, 17 Desember 2010

menciptakan rumah yang sehat

Rumah dan kesehatan adalah dua hal yang tidak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat modern saat ini. Karena itulah pembangunan rumah senantiasa dikaitkan dengan persyaratan kesehatan. Maksudnya agar penghuni rumah terhindar dari berbagai penyakit terutama penyakit yang menular. Kesehatan bukan lagi masalah dokter saja, desainer/arsitek yang merencanakan rumah tinggal juga memiliki peran untuk meningkatkan kualitas kesehatan penghuni rumah melalui desain rumah yang dibuatnya.
Untuk menentukan rancangan rumah dalam proses pembangunannya, tentu kedudukan arsitek tak bisa dilepaskan. Peran arsitek yang menawarkan rancangan rumah yang baik sesuai dengan kemampuan pemilik rumah, seharusnya disejajarkan dengan peran calon penghuni yang mempunyai kesadaran akan kesehatan. Keduanya sama dan sejajar, karena rumah yang memenuhi persyaratan sehat, berarti pula menjaga kebersihan lingkungan.
Untuk memperoleh hunian (rumah) yang layak, lingkungan rumah harus memenuhi persyaratan kesehatan. Kalau tidak, ini akan ada hubungan interaktif yang berakibat buruk terhadap kesehatan. Rumah sehat sangat banyak aspeknya, antara lain ada aspek sosiologi, fisika, kimia dan biologisnya.
Pada zaman sekarang, pembangunan rumah didasarkan pada beberapa pertimbangan. Faktor keuangan menjadi bahan pertimbangan bagi ekonomi yang pas-pasan. Sementara konsumen berekonomi kuat membangun rumah dengan memperhitungkan keindahan dan kemewahan saja.
Adapun kriteria sehat berdasarkan kebutuhan sehat diantaranya ukuran rumah sehat berkaitan dengan ukuran lantai rumah. Ideal untuk satu orang memerlukan luas lantai 4,5 m2 dan untuk anak-anak umur 1-10 tahun sekitar 1,5 m2. Selama ini rumah kecil dipadati banyak isi keluarga, sehingga tampak berdesakan. Sehingga, aspek pertumbuhan keluarga terabaikan. Semakin banyak penghuni pada sebuah rumah terutama yang sempit, semakin banyak koloni kuman. Dan ini, jelas berakibat penghuni rumah akan mengalami penyakit saluran pernapasan.
Aspek yang juga penting diperhatikan adalah ventilasi. Artinya, lantai rumah harus dirangkai sistim ventilasi yang baik, agar mendapat kualitas udara bersih. Hasil penelitian, ventilasi yang mendekati baik berdasarkan kesehatan adalah 10-20 persen dari luas lantai rumah.
Interior Rumah Sehat
Udara salah satu unsur penting untuk menunjang kesehatan. Kita tak bisa menunda bernapas, tapi kalau kita haus, kita masih bisa menunda minum untuk beberapa lama. Dan celakanya di dalam rumah kita sering menemukan sumber-sumber pencemaran, terutama asap rokok lalu dari pembakaran kompor, cat, asbes. Semuanya itu memberikan kontribusi kualitas udara di dalam rumah.
Terakhir lingkungan fisik, radiasi dari televisi, radio, alat-alat elektronik lainnya serta kebisingan. Pekerja di perusahan radio dan televisi, menurut suatu penelitian, ada keluhan gangguan menstruasi. Konon ini merupakan dampak buruk dari radiasi radio. Karenanya perlu penelitian lebih lanjut, apakah inipun dapat diderita oleh penghuni rumah?. Kebutuhan atas rumah tinggal memang dominan, dan kesadaran masyarakat untuk tinggal di rumah sehat semakin tinggi. Hal itu tentu tidak lepas dengan semakin menjamurnya pembangunan perumahan-perumahan di kawasan pinggiran kota oleh pihak developer (pengembang).
Sekalipun keindahan budaya dan aspek kemewahan mempunyai arti tersendiri, tapi bila ditinjau dari sudut kesehatan, rumah yang sehat tidaklah tergantung dari terpenuhi atau tidaknya kedua hal tersebut diatas. Berdasarkan laporan American Public Health Association (1959), satu rumah dipandang sesuai dengan prinsip kesehatan apabila memenuhi 4 persyaratan pokok.
- Pertama, mampu memenuhi kebutuhan fisiologi dasar penghuni.
- Kedua, mampu memenuhi kebutuhan psikologi dasar penghuni.
- Ketiga, mampu melindungi penghuni dari kemungkinan terjangkitnya penyakit menular.
- Keempat, mampu melindungi penghuni terhadap kemungkinan timbulnya bahaya kecelakaan.
Eksterior Rumah Sehat
Dengan kata lain, rumah yang benar-benar sehat adalah rumah yang dapat menjamin terpeliharanya kesehatan para penghuninya. Rumah yang mewah, kalau penghuninya selalu jatuh sakit, maka ini bukanlah rumah yang sehat. Sebaliknya, meskipun rumahnya relatif sederhana tetapi bila kesehatan penghuninya dapat terjamin, maka rumah tersebut dapat dikatakan sebagai rumah yang sehat.
Pada akhirnya, masalah rumah sehat ini memang tidak bisa lepas dari penghuninya itu sendiri. Dengan menjaga kebersihan di dalam rumah berarti kesehatan lingkunganpun ikut terjaga. Bila rumah dan lingkungan sehat, barulah terbentuk apa yang disebut rumah sehat.


sumber : http://architectaria.com/menciptakan-rumah-yang-sehat.html#more-1074
Tags: ‘Rum ah Sehat’ ‘Menciptakan Rumah Yang Sehat’ ‘Cara Mneciptakan Rumah Yang Sehat’ ‘Membangun Rumah Yang Sehat’ ‘Desain Rumah Yang Sehat’ ‘Rumah Mewah Dan Sehat’ ‘Desain Rumah Mewah Dan Sehat’ ‘Rumah Sederhana Dan Sehat’ ‘Menjaga Kesehatan Penghuni Rumah’ ‘Pembangunan Perumahan Yang Sehat’ ‘Sirkulasi Udara Agar Rumah Sehat’ ‘Sirkulasi Udara Dalam Rumah’ ‘Interior Rumah Yang Sehat’ ‘Eksterior Rumah Yang Sehat’

Sabtu, 27 November 2010




Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More